https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaTGwVf_AxlPGk3u901jzcWDj1hkJCijbXZNRpObs2yl8qKZGOE4tR6Q10e46uPlzZWQ_VytjWXxYKc7N4kychw-qmapNp4HvbydymnBalt_iaa4MHTK5zuLqskfseCgbh9nsBDiDULQzi/s728/BANNER+DONASI.jpg

DIAMBANG PINTU BULAN PENUH BERKAH


Romadhon sudah di depan mata. Ia bukan sekadar bulan yang berganti, tetapi kesempatan yang mungkin tak akan kembali. Betapa banyak wajah yang tahun lalu bersujud bersama kita, kini telah terbaring dalam sunyi kubur, menanti hisab. Sementara kita masih diberi nafas, masih diberi detak jantung, masih diberi waktu untuk memperbaiki diri.

Alloh ta’aala berfirman:

 ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا﴾

 “Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Alloh dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (QS. At-Tahrim: 8).

 

Romadhon adalah panggilan lembut sekaligus teguran keras: kembali sebelum benar-benar terlambat. Di bulan inilah Al-Qur’an diturunkan, cahaya bagi hati yang gelap dan penenang bagi jiwa yang gelisah.

 

Alloh ta’aala mengingatkan:

﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ﴾

“Bulan Romadhon adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.” (QS. Al-Baqarah: 185).

 

Maka jangan biarkan ia datang sementara hati masih lalai, dosa masih dipelihara, dan taubat terus ditunda.

 

Jika ini adalah Romadhon terakhir kita, sudahkah kita menyiapkan hati yang bersih untuk menyambutnya?

 

Jangan sampai kelak kita yang memohon satu kesempatan lagi… namun pintu waktu telah tertutup selamanya.

Posting Komentar

0 Komentar