https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaTGwVf_AxlPGk3u901jzcWDj1hkJCijbXZNRpObs2yl8qKZGOE4tR6Q10e46uPlzZWQ_VytjWXxYKc7N4kychw-qmapNp4HvbydymnBalt_iaa4MHTK5zuLqskfseCgbh9nsBDiDULQzi/s728/BANNER+DONASI.jpg

Menyambut Ramadan Dengan Hati Bersih | Kultum Ramadhan

 



Menyambut Ramadan Dengan Hati Bersih


Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh,

إِنّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ,أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن، أَمَّا بَعْدُ:


Jama’ah yang dimuliakan Allah,


Saat ini, kita berkumpul dengan hati yang dipenuhi rasa syukur kepada Allah kenapa para jamaah karena Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk kembali menjumpai bulan Ramadan di tahun 1445 Hijriyah ini, bulan yang penuh berkah penuh ampunan dan rahmat dari Allah subhanahu wa ta'ala.


Jama’ah yang dimuliakan Allah,

Allah berfirman di dalam surat Al-Baqarah ayat 183 

يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa,


Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan dari berpuasa di bulan Ramadan adalah agar kita dapat meningkatkan ketaqwaan. salah satu kunci untuk mencapai Taqwa tersebut adalah dengan menyambut kedatangan Ramadhan dengan hati yang bersih. 


Hati yang bersih akan melahirkan amal perbuatan yang baik/terpuji.

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari dan Muslim).


Maka dari sini kita ketahui Pentingnya menjaga kebersihan hati, terlebih saat kita di bulan Ramadan ini. Menjalankan puasa kalau hati kotor maka akan keluar amal perbuatan yang buruk. Bahkan berdampak buruk bagi puasa yang kita kerjakan.


Apa jamaah dampaknya? 

yaitu puasa menjadi sia-sia, yang diperoleh bukan pahala tapi sekedar rasa lapar dan dahaga. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari).


Maka jamaah semuanya,

sangat penting menjaga hati agar selalu bersih, karena hati yang bersih menjadikan kita lebih semangat memanfaatkan waktu di bulan Ramadan, untuk beribadah membaca Alquran shodaqoh puasa salat tarawih dari awal sampai akhir tidak absen dan lain sebagainya.


Lalu jama’ah, bagaimana agar hati kita bersih?

Agar hati kita bersih, tempuhlah jalan-jalan pembersih hati!

Di sini akan kita sebutkan beberapa diantaranya 

1. Taubat dan memperbanyak istighfar 

Jadikan awal Ramadan ini start untuk awal sebuah perubahan menjadi lebih baik. Hati yang berdosa ia akan penuh dengan kotoran titik-titik hitam bahkan sampai bisa menjadi hitam legam. 


Para jamaah, 

dengan Taubat dan istighfar hati yang hitam legam penuh dengan kotoran akan bersih berkilau sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ

"Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka di titikkan dalam hatinya sebuah titik hitam dan apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertobat, hatinya dibersihkan”,


2. Membaca Alquran dan mentadaburinya serta mengamalkan isinya 

Ketekunan membaca, menghafal dan tadabbur menghayati isi Al Quran, akan menjadikan hati bersih dari segala kotoran. Hati akan tenang  bahagia.


3. Mengingat Allah dalam kesendirian 

Jika butuh menangis, menangislah! Mengingat Allah itu menjadikan hati akan bersih, buah di akhirat nanti akan Allah berikan naungan di saat tidak ada naungan kecuali naungan dari Allah, salah satunya adalah seorang yang mengingat Allah ketika sendiri kemudian mengalir air matanya takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sebagaimana dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan 7 golongan yang akan mendapatkan naungan dari Allah di hari kiamat nanti. Salah satunya adalah Sabda Rasulullah ini:

وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.” (HR. Bukhari - Muslim)


Demikian jamaah di antara jalan-jalan pembersih hati yang bisa kita sebutkan pada kesempatan saat ini dan masih banyak lagi yang belum bisa kita sampaikan.


Semoga kita semua dapat menyambut kedatangan bulan Ramadhan tahun ini dengan hati yang bersih dan siap untuk meraih berkah serta ampunan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Aamiin.


Download PDF

Posting Komentar

0 Komentar