https://1.bp.blogspot.com/-p9TGyRJMvEY/XAN9eAD8N2I/AAAAAAAAAHE/2nYSpVmEIgMGXZHoB47cJ9hXuaf2dCa1wCPcBGAYYCw/s728/BANNER%2BDONASI.jpg

Kiat Siap Menikah : 1. Yang Penting Punya Ma’isyah & Sudah Bisa Bertanggung Jawab


๐Ÿ’ Kiat Siap Menikah ๐Ÿ’

1. Yang Penting Punya Ma’isyah & Sudah Bisa Bertanggung Jawab

๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’

 Ada yang pernah bertanya pada Nabi ๏ทบ,

ุฃَูŠُّ ุงู„ْูƒَุณْุจِ ุฃَุทْูŠَุจُ
“Wahai Rosululloh, mata pencaharian (kasb) apakah
yang paling baik?”


Rosululloh ๏ทบ bersabda,

 ุนَู…َู„ُ ุงู„ุฑَّุฌُู„ِ ุจِูŠَุฏِู‡ِ ูˆَูƒُู„ُّ ุจَูŠْุนٍ ู…َุจْุฑُูˆุฑٍ

“Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (diberkahi).” (HR. Ahmad, 4:141, hasan lighairihi)


Kasb yang dimaksud dalam hadits di atas adalah usaha atau pekerjaan mencari rezeki. 

Asy Syaibani mengatakan bahwa kasb adalah mencari harta dengan menempuh sebab yang halal. Sedangkan kasb thoyyib, maksudnya adalah usaha yang berkah atau halal.
Sehingga pertanyaan dalam hadits diatas dimaksudkan ‘manakah pekerjaan yang paling diberkahi?’

Kita dapat mengambil pelajaran penting bahwa para sahabat tidak bertanya manakah pekerjaan yang paling banyak penghasilannya. Namun yang mereka tanya adalah manakah yang paling thoyyib (diberkahi).  

Sehingga dari sini kita dapat tahu bahwa tujuan dalam mencari rezeki adalah mencari yang paling berkah, bukan mencari manakah yang menghasilkan paling banyak. Karena penghasilan yang banyak belum tentu barokah.

Demikian penjelasan berharga dari Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan dalam Minhah Al-‘Allam, 6: 10.

 

Sumber : Siap Dipinang | Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc.

Posting Komentar

0 Komentar