https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaTGwVf_AxlPGk3u901jzcWDj1hkJCijbXZNRpObs2yl8qKZGOE4tR6Q10e46uPlzZWQ_VytjWXxYKc7N4kychw-qmapNp4HvbydymnBalt_iaa4MHTK5zuLqskfseCgbh9nsBDiDULQzi/s728/BANNER+DONASI.jpg

JADILAH YANG TERBAIK



 

*🌹JADILAH YANG TERBAIK🌹*

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam pernah ditanya tentang mukmin yang paling baik. Beliau menjawab:

خير الناس أنفعهم للناس


_"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya"(HR. Ahmad)._

Setiap manusia memiliki kecenderungan untuk menjadi yang terbaik. Ini adalah fitrah manusia, Islam mengarahkan kecenderungan ini secara proporsional. Bukan saja diseru untuk menjadi orang baik, namun menjadi yang terbaik dan bermanfaat bagi orang lain.

Untuk mengarahkan kecenderungan ini, Islam memberikan peluang sekaligus motivasi untuk berlomba-lomba dalam amal shalih dan menjadi yang terbaik dalam amalnya. Terbaik dari orang-orang yang baik, bukan terbaik dari orang-orang yang buruk.

 Sebagaimana firman Allah Azza Wajalla dalam surat Al-Mulk ayat 2:

الذى خلق الموت و الحيوةليبلوكم أيّكم أحسن عملا وهوالعزيزالغفور


_"Dialah (Allah) yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapakah diantara kamu yang paling baik amalnya"_

Syeikh Abdurahman As Sa'di dalam kitab tafsirnya(tafsir as-sa'di) menjelaskan yakni siapa yang amalannya paling ikhlas dan paling benar. Barangsiapa yang tunduk pada perintah Allah Azza Wajalla dan melakukan amalan baik maka Allah Azza Wajalla akan memberinya pahala yang baik di dunia dan di akhirat.

_Maka perlombaan diantara mereka bukan antara amal yang buruk dengan yang baik, tetapi antara amal yang baik dengan amalan yang paling baik._

*Berarti seorang mukmin tidak hanya cukup sebagai penonton yang pandai berkomentar, menilai dan menyalahkan, tetapi dia adalah pemain handal yang profesional. Dia memberikan manfaat yang besar bagi masyarakatnya. Ia hadir dan ada untuk memberikan solusi, bukan malah menambah masalah...*

_Tentunya sebelum dapat memberikan manfaat kepada orang lain ia harus memperbaiki dan memberikan manfaat pada dirinya sendiri. Karena orang yang tidak punya sesuatupun tidak bisa memberikan kepada orang lain._

Peran seorang muslim bukan menjadi lilin yang menerangi orang lain seraya mengancurkan dirinya sendiri. Tetapi ia seperti kunang-kunang yang bisa menerangi dirinya sendiri dan sekitarnya atau seperti lebah yang ikut membantu menyerbukan bunga menjadi buah, membuat madu yang menyehatkan dan dapat dinikmati oleh orang lain.


_Inilah Islam yang tidak hanya mengajarkan ritual tapi berdimensi integral secara sosial. Karena Allah Jalla Jallaaluh bukan saja menghendaki seorang hamba menjadi baik untuk dirinya sendiri, namun bagaimana agar kebaikannya bisa dirasakan oleh sesamanya._


Abu Miqdad, M.Pd.I
Cikarang di waktu senja

Posting Komentar

0 Komentar