https://1.bp.blogspot.com/-p9TGyRJMvEY/XAN9eAD8N2I/AAAAAAAAAHE/2nYSpVmEIgMGXZHoB47cJ9hXuaf2dCa1wCPcBGAYYCw/s728/BANNER%2BDONASI.jpg

WASIAT 14 | JAUHILAH MENUNDA-NUNDA

 


 πŸ“œ *15 WASIAT UNTUK PARA PEMUDA*

πŸ“œ _Wasiat 14_ πŸ“œ

🏷 *JAUHILAH MENUNDA-NUNDA*


πŸ“œπŸ“œπŸ“œπŸ“œπŸ“œπŸ“œπŸ“œπŸ“œ

Hasan Al-Bashri mengatakan : 

 

يَΨ§ Ω…َΨΉْΨ΄َΨ±َ Ψ§Ω„Ψ΄َّΨ¨َΨ§Ψ¨ِ! Ψ₯ِيَّΨ§ΩƒُΩ…ْ وَΨ§Ω„ΨͺَّΨ³ْوِيفَ: Ψ³َوْفَ Ψ£َفْΨΉَΩ„ُ، Ψ³َوْفَ Ψ£َفْΨΉَΩ„ُ


“Wahai para pemuda, jauhilah taswif (menunda-nunda), yaitu : saya bakalan akan melakukan ini, saya kelak akan melakukan itu.”
(Dikeluarkan oleh Ibnu Abi ad-Dunya di dalam kitabnya, Qisharul Amal No.212)

Ucapan al-Hasan al-Bashri : “jauhilah taswif (menunda-nunda)”, bahwa taswif itu adalah penyakit yang banyak membinasakan para pemuda, seperti perkataan sebagian mereka : “saya kelak akan bertaubat, saya bakalan akan menjaga sholat, saya nanti akan berbakti kepada orang tua”... akhirnyamereka tidak melakukannya, tidak mengupayakannya dan tidak memanfaatkannya, namun mereka hanya mengakhirkan dan menunda-nunda.

Seseorang apabila terbetik pada dirinya untuk bertaubat, atau menjaga sholat atau selainnya, maka penyakit ini datang dan memalingkan dari kebaikan ini. Dia akan terus menerus mengakhirkan dan menunda-nunda sampai keberkahan masa muda hilang darinya dan terlewatkan dari memanfaatkannya dengan kebaikan.

Boleh jadi kebanyakan mereka saat akan bertaubat dengan memasang target usia tertentu dari hidupnya, namun kematian pun datang tanpa disangka-sangka (secara tiba-tiba) sebelum usia yang dia targetkan untuk bertaubat itu sampai.

Posting Komentar

0 Komentar