https://1.bp.blogspot.com/-p9TGyRJMvEY/XAN9eAD8N2I/AAAAAAAAAHE/2nYSpVmEIgMGXZHoB47cJ9hXuaf2dCa1wCPcBGAYYCw/s728/BANNER%2BDONASI.jpg

WASIAT 10 | UCAPKANLAH SALAM SESUAI TUNTUNAN NABI ï·º


📜 *15 WASIAT UNTUK PARA PEMUDA*


📜 _Wasiat 10_ 📜

🏷 *UCAPKANLAH SALAM SESUAI TUNTUNAN NABI ﷺ*


📜📜📜📜📜📜📜📜

 

Di antara wasiat Salaf kepada para pemuda adalah riwayat dari Muhammad bin Suqoh, ia berkata:


لَقِيَنِي مَيْمُونُ بْنُ مِهْرَانَ فَقُلْتُ: Ø­َيَّاكَ اللهُ، فَقَالَ: «Ù‡َØ°ِهِ تَØ­ِيَّØ©ُ الشَّبَابِ، قُلْ بِالسَّلَامِ»

Maimun bin Mihron berpapasan denganku lalu kukatakan: hayyakallah (semoga Alloh menghidupkan Anda). “Ini adalah salamnya para pemuda. Ucapkanlah salam.”, yaitu dengan cara mengucapkan salam (assalaamu ‘alaikum)  

(Riwayat Abu Nuaim 4/86 dalam Hilyatul Auliya)

Disebutkan dalam hadits Nabi ï·º :

«Ù…َنْ بَدَØ£َ بِالْكَلَامِ قَبْلَ السَّلَامِ فَلَا تُجِيبُوهُ»

“Siapa yang memulai ucapan sebelum salam, maka janganlah dijawab.”
(Dikeluarkan oleh Ibnu as-Sunnî dalam ‘Amal al-Yaum wal Lailah (no 214). Lihat pula ash-Shahîhah (816))


Ucapan beliau -Maimun bin Mihron- : “Ini adalah salamnya para pemuda”, yaitu ada sebagian pemuda yang mana mereka lebih senang dengan beberapa bentuk kata sapaan.
 
Mereka memandang bahwa sapaan seperti ini lebih indah diucapkan ketika mereka bersua dengan sahabat atau kawannya. Akhirnya merekapun meninggalkan dan menjauhi mengucapkan salam.
Mereka mulai menggunakan sejumlah kata sapaan yang mereka senangi dan condong kepadanya. Kemudian bisa jadi mereka membatasi diri dengan sapaan seperti ini dan meninggalkan salam, atau bisa jadi mereka mengucapkan salam setelah mengucapkan sapaan ini.

Posting Komentar

0 Komentar