https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaTGwVf_AxlPGk3u901jzcWDj1hkJCijbXZNRpObs2yl8qKZGOE4tR6Q10e46uPlzZWQ_VytjWXxYKc7N4kychw-qmapNp4HvbydymnBalt_iaa4MHTK5zuLqskfseCgbh9nsBDiDULQzi/s728/BANNER+DONASI.jpg

Wasiat 6 | JANGAN TERTIPU DENGAN PANJANG UMUR, MATI TIDAK MENUNGGU MASA TUA



📜 *15 WASIAT UNTUK PARA PEMUDA*

📜 _Wasiat 6_ 📜
🏷 *JANGAN TERTIPU DENGAN PANJANG UMUR, MATI TIDAK MENUNGGU MASA TUA*
🖥

📜📜📜📜📜📜📜📜

Di antara wasiat Salaf kepada para pemuda adalah riwayat Uqbah bin Abi Hakim, ia berkata: kami duduk di dekat Aun bin Abdillah lalu ia berkata:
«مَعْشَرَ الشَّبَابِ! قَدْ رَأَيْنَا الشَّبَابَ يَمُوتُونَ، فَمَا يُنْتَظَرُ بِالْحَصَادِ إِذَا بَلَغَ الْمِنْجَلُ» وَيَمَسُّ لِحْيَتَهُ
“Wahai para pemuda! Kami melihat masa muda (kami) sudah mati. Sebentar lagi ia akan dibabat, jika telah tiba minjal (alat pembabat tanaman).” Lalu ia memegang jenggotnya.( Ibnu Abid Dunya no. 42 dalam Al-Umru was Syaib)

Maksudnya adalah orang yang sudah mencapai usia ini maka akan segera mati, karena tanaman jika sudah tua akan segera dibabat, begitu pula siapa yang usianya sudah tua juga telah dekat ajalnya. Beliau mengingatkan mereka agar perhatian tidak tertipu dengan melihat orang yang panjang usianya. Kebanyakan manusia tertipu ketika melihat orang-orang yang panjang usianya bahwa dia menyangka akan panjang juga usianya, sehingga ia pun menggampangkan banyak ibadah, menundanya, dan mengakhirkannya, sebagaimana ucapan:
“Satu orang dipanjangkan usianya lalu menipu banyak orang sehingga seorang pemuda lupa akan mati.”

Yang semakna dengan ini adalah riwayat Hasan Al-Bashri yang duduk besama teman-temannya, ada yang tua dan ada yang muda, seraya berkata:
«يَا مَعْشَرَ الشُّيُوخِ! مَا يُنْتَظَرُ بِالزَّرْعِ إِذَا بَلَغَ؟» قَالُوا: الْحَصَادُ، قَالَ: «يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ! إِنَّ الزَّرْعَ قَدْ تُدْرِكُهُ الْعَاهَةُ قَبْلَ أَنْ يَبْلُغَ»
“Wahai orang-orang tua! Apa yang ditunggu tanaman jika sudah matang?” Mereka menjawab: dituai. Dia berkata: “Wahai para pemuda! Tanaman terkadang sudah mati sebelum dituai.” (Al-Baihaqi no. 500 dalam Az-Zuhdul Kabir)

Selayaknya bagi setiap Muslim untuk menjadikan keadaannya seperti dalam hadits:
«إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ المَسَاءَ»
“Jika kamu di sore hari maka jangan menunggu pagi hari. Dan jika kamu di pagi hari maka jangan menunggu sore hari.” (HR. Al-Bukhari)

Ibnu Jauzi berkata: “Wajib bagi siapa yang tidak tahu kapan kematian menjemputnya untuk bersiap-siap, janganlah pemuda tertipu dengan kesehatan. Sedikit sekali yang mati dari kalangan orang tua, dan betapa banyak yang mati dari kalangan pemuda, oleh karena itu sedikit yang mencapai usia tua.” (Saidul Khotir hal. 240 oleh Ibnul Jauzi)

Poin kita di sini adalah jika kamu melihat sebuah keluarga maka akan mendapati yang panjang umur begitu sedikit, dan kebanyakan yang mati adalah dari kalangan pemuda dan anak-anak.

✍ _Disarikan dari :_
📔 *من وصايا السلف للشباب*
_Syaikh DR. ‘Abdurrazzaq Al-‘Abbad Al-Badr_


Posting Komentar

0 Komentar