https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaTGwVf_AxlPGk3u901jzcWDj1hkJCijbXZNRpObs2yl8qKZGOE4tR6Q10e46uPlzZWQ_VytjWXxYKc7N4kychw-qmapNp4HvbydymnBalt_iaa4MHTK5zuLqskfseCgbh9nsBDiDULQzi/s728/BANNER+DONASI.jpg

Wasiat 5 | FOKUSLAH MENCARI AKHIRAT

📜 *15 WASIAT UNTUK PARA PEMUDA*



📜 _Wasiat 5_ 📜
🏷 *FOKUSLAH MENCARI AKHIRAT*


📜📜📜📜📜📜📜📜

Di antara wasiat Salaf kepada para pemuda adalah riwayat Hasan Al-Bashri yang sering mengatakan:
«يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ! عَلَيْكُمْ بِالْآخِرَةِ فَاطْلُبُوهَا؛ فَكَثِيرًا رَأَيْنَا مَنْ طَلَبَ الْآخِرَةَ فَأَدْرَكَهَا مَعَ الدُّنْيَا، وَمَا رَأَيْنَا أَحَدًا طَلَبَ الدُّنْيَا فَأَدْرَكَ الْآخِرَةَ مَعَ الدُّنْيَا»
*“Wahai para pemuda! Fokuslah mencari Akhirat. Kebanyakan yang kami lihat orang yang mencari Akhirat bisa meraihnya, sekaligus dunianya. Namun, kami tidak menjumpai ada yang mencari dunia lalu mendapatkan Akhirat berserta dunianya”* _(HR. Al-Baihaqi no. 12 dalam Kitab Az-Zuhdul Kabir)_

Ini perhatian besar Hasan Al-Bashri kepada para pemuda agar menjadikan cita-citanya hanya Akhirat, berusaha meraihnya, menyibukkan waktunya kepada apa yang mendekatkannya kepada Rabb-nya. Jika ia berhasil melakukannya maka Alloh akan memberikannya bagian di dunia.

Ucapan ini tidak dipahami bahwa seseorang perlu meninggalkan apa yang menopang hidupnya berupa rizki, tempat tinggal, dan pakaiannya, lalu menjadi orang miskin membebani orang lain. Yang benar tidak dilarang seorang Muslim bekerja dan meraih dunia hingga memiliki banyak harta, akan tetapi yang berbahaya adalah jika dunia menjadi cita-cita utamanya dan puncak pengetahuannya, seperti hadits Nabi ﷺ dalam doanya:
«وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا»
“Dan janganlah Engkau jadikan dunia sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak pengetahuan kami.” _(HR. At-Tirmidzi no. 3502 dengan sanad hasan)_

«إِنَّكَ أَنْ تَذَرَ وَرَثَتَكَ أَغْنِيَاءَ، خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَذَرَهُمْ عَالَةً يَتَكَفَّفُونَ النَّاسَ»
*“Sungguh kamu tinggalkan ahli warismu dalam keadaan kecukupan itu lebih baik daripada kamu tinggalkan dalam kondisi miskin sehingga meminta manusia.” (HR. Al-Bukhari no. 1295 dan Muslim no. 1628)*

Siapa yang menjadikan Akhirat sebagai cita utamanya maka Alloh mudahkan urusannya dan dunia mendatanginya dengan hina. Sebaliknya, siapa yang menjadikan dunia sebagai cita utamanya, maka Alloh cerai beraikan urusannya, dan menjadikan kemiskinan di pelupuk matanya, dan dunia tidak mendatanginya kecuali sebatas yang tertulis untunya.

✍ _Disarikan dari :_
📔 *من وصايا السلف للشباب*
_Syaikh DR. ‘Abdurrazzaq Al-‘Abbad Al-Badr_

Posting Komentar

0 Komentar