Wasiat 2 | GUNAKAN MASA MUDA UNTUK MENIMBA ILMU DAN MENCARI HADITS MELALUI PERANTARA PARA ULAMA YANG MENDALAM KEILMUANNYA LAGI KOKOH

📜 *15 WASIAT UNTUK PARA PEMUDA*

Wasiat 2

*GUNAKAN MASA MUDA UNTUK MENIMBA ILMU DAN MENCARI HADITS MELALUI PERANTARA PARA ULAMA YANG MENDALAM KEILMUANNYA LAGI KOKOH*

Diantara wasiat para Salaf kepada para pemuda adalah, riwayat yang berasal dari Hammad bin Zaid bahwa beliau berkata : Kami pernah mengunjungi Anas bin Sirin rahimahullahu saat beliau sakit. Lalu beliau (Anas bin Sirin) berkata :

 «اتَّقُوا اللَّهَ يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ! انْظُرُوا مِمَّنْ تَأْخُذُونَ هَذِهِ الْأَحَادِيثَ؛ فَإِنَّهَا مِنْ دِينِكُمْ»

*“Bertakwalah kalian kepada Allah wahai permuda, dan perhatikanlah dari siapa kalian mengambil hadits. Karena sesungguhnya hadits itu bagian dari agama kalian.”*  _(Dikeluarkan oleh al-Khathib di dalam al-Jami’ li-Akhlaqi ar-Rawi wa Adab as-Sami’ (no 139))_

Ini adalah wasiat yang sangat agung. Yaitu, seorang pemuda yang diharapkan untuk menimba ilmu dan mencari hadits, hendaknya ia mencarinya melalui perantaraan para ulama yang mendalam keilmuannya ( Rasikhun ) lagi kokoh ( tsabat ). Ulama yang ahli diroyah (faham pengertian hadits) dan berpengetahuan luas ( bashiroh ) serta yang senior di dalam ilmu. Tidak malah mengambil ilmu dari setiap orang! Karena ilmu itu hanya boleh diambil dari ahli sunnah dan yang kokoh pijakannya di atas sunnah. 

 

Dari Ibnu Syaudzab rahimahullahu , beliau berkata :

«إِنَّ مِنْ نِعْمَةِ اللَّهِ عَلَى الشَّابِّ إِذَا تَنَسَّكَ أَنْ يُوَاخِيَ صَاحِبَ سُنَّةٍ؛ يَحْمِلُهُ عَلَيْهَا»

*“Sesungguhnya, diantara karunia Allah kepada seorang pemuda adalah, apabila ia hendak beribadah maka ia mencari sahabat ahli sunnah yang dapat membawanya kepada sunnah.”*

 

Dari ‘Amru bin Qoys al-Mala`i rahimahullahu berkata :

 «إِذَا رَأَيْتَ الشَّابَّ أَوَّلَ مَا يَنْشَأُ مَعَ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ؛ فَارْجُهُ، وَإِذَا رَأَيْتَهُ مَعَ أَهْلِ الْبِدَعِ؛ فَايْئَسْ مِنْهُ، فَإِنَّ الشَّابَّ عَلَى أَوَّلِ نُشُوئِهِ»

*“Apabila kau melihat seorang pemuda yang tumbuh bersama ahlis sunnah wal jama’ah, maka harapkan dirinya! Namun apabila kau melihat pemuda itu tumbuh dengan ahli bid’ah, maka berputusasalah darinya. Karena sesungguhnya pemuda itu berada di mana ia pertama kali tumbuh berkembang.”* 

 

Dari ‘Amru bin Qoys juga, beliau berkata :

 «إِنَّ الشَّابَّ لَيَنْشَأُ، فَإِنْ آثَرَ أَنْ يُجَالِسَ أَهْلَ الْعِلْمِ كَادَ أَنْ يَسْلَمَ، وَإِنْ مَالَ إِلَى غَيْرِهِمْ كَادَ يَعْطَبُ»

*“Sesungguhnya pemuda itu pasti tumbuh berkembang. Maka pengaruh apabila ia bermajelis dengan para ulama, berpeluang membuatnya selamat. Namun apabila ia condong kepada selain ulama, maka berpotensi besar ia mengalami kerusakan.”* _(Atsar-atsar di atas dikeluarkan oleh Ibnu Baththoh dalam al-Ibanah alKubro (I/203 no 42-44)_


Disarikan dari :

من وصايا السلف للشباب

Syaikh DR. ‘Abdurrazzaq Al-‘Abbad Al-Badr

Posting Komentar

0 Komentar