https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaTGwVf_AxlPGk3u901jzcWDj1hkJCijbXZNRpObs2yl8qKZGOE4tR6Q10e46uPlzZWQ_VytjWXxYKc7N4kychw-qmapNp4HvbydymnBalt_iaa4MHTK5zuLqskfseCgbh9nsBDiDULQzi/s728/BANNER+DONASI.jpg

Mendidik Anak | 2. MEMILIH ISTRI YANG SHOLIHAH

💝 *MENDIDIK ANAK DIATAS PETUNJUK AL-QUR'AN DAN SUNNAH*

🌳🏠 1⃣ 🏠🌳

✍ *2. MEMILIH ISTRI YANG SHOLIHAH*

Sesungguhnya, siapa yang ingin (memanen) buah yang matang (manis) maka hendaknya ia mencari tanah yang baik (subur).

Diantara hikmah terbesar dari pernikahan adalah, diperolehnya anak-anak yang sholih yang beribadah kepada Alloh dan mereka menjadi perbendaharaan bagi kedua orang tua mereka.

Alloh menjelaskan diantara karakter istri yang sholihah, Alloh  berfirman : 

  فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ

*“Wanita yang sholihah ialah yang taat kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)” (An-Nisa’ : 34)*

*Al-Qanitat adalah wanita-wanita yang menaati suami mereka dan menjaga harta suaminya dan diri mereka di saat suaminya tidak ada.*

 

Dan juga Nabi  menjelaskan timbangan bagi manusia di dalam menikah, beliau  bersabda :

Rosululloh  bersabda:

*“Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.”*

(HR. Bukhori, Muslim, Abu Daud)

 

*Termasuk haknya anak yang harus ditunaikan bapaknya, yaitu hendaknya (bapak) memilih ibu (yang baik) bagi sang anak.*

Dikisahkan ada seorang pria datang kepada ‘Umar bin al-Khaththab Rodhiyallohu ‘anhu mengeluhkan anaknya yang berbuat durhaka. Lalu si anak itupun dihadirkan  dan Umar memperingatkan dirinya dari perbuatan durhaka.

Lalu si anak tersebut berkata :

“Bukankah anak itu memiliki hak yang harus dipenuhi oleh bapaknya?” ‘Umar menjawab : “Iya”

Si anak lalu bertanya : “apa itu?”

Umar menjawab :

“Hendaknya si bapak menyeleksi ibu (bagi anaknya), memberi nama yang baik dan mengajarkan al-Qur’an kepadanya.”

Lalu si anak tersebut mengatakan:“Sesungguhnya bapakku tidak satupun melakukan hal tersebut. Adapun ibuku, adalah wanita berkulit hitam yang dahulunya (budak) seorang Majusi. Aku pun diberi nama Ju’al  dan dia (bapakku) tidak pernah mengajariku al-Qur’an, walaupun hanya sehuruf saja.”

‘Umar pun lalu menoleh kepada pria yang mengeluh tadi, lalu berkata :

“Apakah kau datang kepadaku mengeluhkan kedurhakaan anakmu, sedangkan kau sendiri telah berbuat durhaka sebelum kau didurhakai.”

 

Abul Aswad ad-Dauli pernah berkata kepada putera-putera beliau :

 “Saya telah berbuat baik kepada kalian dari semenjak kalian kecil hingga dewasa dan dari semenjak kalian belum lahir.”

Putra-putra beliaupun bertanya,

“bagaimana cara anda berbuat baik kepada kami dari semenjak kami belum lahir?”

 

Abul Aswad pun menjawab :

“Aku telah menyeleksi bagi kalian ibu-ibu yang tidak akan kalian cela.”

Ar-Royasyi menyenandungkan arti ucapan di atas dalam sebuah bait syair :

Kebaikan pertamaku kepada kalian, adalah seleksiku,

Dengan melihat unsur keturunan yang jelas-jelas menjaga kehormatannya.

 

 *Seorang isteri juga harus mencari suami yang sholih. Sebagaimana seorang suami diharuskan mencari isteri yang sholihah, maka demikian pula wanita hendaknya memilih suami yang sholih. *

Rasululloh  bersabda : 

إذا جاءكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه إلا تفعلوه تكن فتنة في الأرض وفساد كبير

*“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi)*

*Karena itulah, pondasi utama di dalam memilih pasangan antara suami-isteri adalah dilihat dari AGAMA dan AKHLAQ-nya. Asas inilah yang akan merealisasikan pendidikan yang benar kepada anak-anak.*


📔 _Disarikan dari kitab_
*تربية الأولاد في ضوء الكتاب والسنة*

Posting Komentar

0 Komentar