15 WASIAT UNTUK PARA PEMUDA | Wasiat 1 MANFAATKAN MASA MUDA UNTUK SEMANGAT BERIBADAH




📜 *15 WASIAT UNTUK PARA PEMUDA*



📜 _Wasiat 1_ 📜
🏷 *MANFAATKAN MASA MUDA UNTUK SEMANGAT BERIBADAH*

Dari Abul Ahwash beliau mengatakan, Abu Ishaq -yaitu ‘Amru as-Sabi'i - berkata : 

  «يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ! اغْتَنِمُوا، قَلَّمَا تَمُرُّ بِي لَيْلَةٌ إِلَّا وَأَقَرَأُ فِيهَا أَلْفَ آيَةٍ، وَإِنِّي لَأَقْرَأُ الْبَقَرَةَ فِي رَكْعَةٍ، وَإِنِّي لَأَصُومُ أَشْهُرَ الْحُرُمِ، وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَالِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسَ، ثُمَّ تَلَا ﴿وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ﴾ [الضحى: 11]»

 *“Wahai sekalian pemuda, manfaatkanlah -yaitu masa muda kalian-. Karena betapa sedikit malam yang melewatiku melainkan saya membaca seribu ayat (Al-Qur’an) di setiap malamnya. Saya juga membaca Al-Baqoroh di setiap rakaat, berpuasa sunnah di bulan-bulan harom (Dzulqodah, Dzulhijjah, Muharrom, dan Rojab), berpuasa tiga hari dalam setiap bulannya dan berpuasa Senin Kamis.” Kemudian Abu Ishaq membacakan firman Alloh : “ Adapun nikmat dari Rabb-mu, maka sampaikanlah .” (QS. Dhuha: 11)*
_Dikeluarkan oleh al-Hâkim di dalam al-Mustadrok (no 3947)_

Ucapan Abu Ishaq : “ saya membaca seribu ayat (Al - Qur’an) di setiap malamnya ”, maksudnya adalah taqrib (kurang lebihnya) bukan tahdîd (pembatasan). Artinya beliau mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam sepekan. Khatam Al-Qur’an sepekan sekali ini merupakan kebiasaan kaum salaf. 

Dari ‘Amr bin Maimûn, diriwayatkan bahwa apabila beliau berjumpa dengan salah satu sahabatnya, beliau kan mengatakan : 
«لَقَدْ رَزَقَنِي اللَّهُ الْبَارِحَةَ مِنَ الصَّلَاةِ كَذَا وَرَزَقَ مِنَ الْخَيْرِ كَذَا»
“Sungguh, kemarin Alloh telah mengaruniakan kepadaku kemampuan untuk mengerjakan sholat ini dan kebaikan itu” _(Dikeluarkan oleh al-Hâkim di dalam al-Mustadrok (no 3948))_

Abu ‘Abdillâh al-Hakim berkata di dalam al Mustadrok setelah menyebutkan kedua atsar di atas : “Semoga Alloh merahmati ‘Amru bin ‘Ubaidillah asSabi'i dan ‘Amru bin Maimun al-Awadi. Keduanya telah memotivasi para pemuda untuk beribadah.” Di dalam kedua atsar tersebut, juga mengandung pendidikan dengan cara keteladanan ( qudwah ). 
Para pemuda begitu butuh dengan cara seperti ini sehingga mereka bisa lebih bersemangat dan dimudahkan untuk meniru. 

*Namun juga hendaknya bagi para pengajar agar juga memperhatikan niat dan tujuan baik mereka, agar tidak sampai terjatuh kepada riya ’ sehingga terhapuslah amal baiknya.*

✍ _Disarikan dari :_
📔 من وصايا السلف للشباب
_Syaikh DR. ‘Abdurrazzaq Al-‘Abbad Al-Badr_

Posting Komentar

0 Komentar