https://1.bp.blogspot.com/-p9TGyRJMvEY/XAN9eAD8N2I/AAAAAAAAAHE/2nYSpVmEIgMGXZHoB47cJ9hXuaf2dCa1wCPcBGAYYCw/s728/BANNER%2BDONASI.jpg

CONTOH PRAKTIS PRAKTEK KETELADANAN


*KISAH YANG MENUNJUKKAN PENTINGNYA KETELADANAN ILMIAH*
*DALAM MEMBANGUN KEPRIBADIAN ANAK*

Pada penjelasan keshalihan ayah dan ibu terdahulu telah disampaikan contoh-contoh pentingnya keteladanan dalam membangun kepribadian.

*Berikut contoh dari praktek keteladanan yang lain:*

1. Kuraib, mantan budak Ibnu Abbas menceritakan bahwa Ibnu Abbas -radiallahu'anhuma- mengabarkannya bahwa dia bermalam di rumah bibinya, Maimunah, istri Nabi ﷺ :
“Aku berbaring pada bagian lebar tikar, sementara
Rosululloh ﷺ berserta istrinya
berbaring memenuhi panjang tikar hingga beliau ﷺ tertidur.
Pada pertengahan malam, sebelum atau setelahnya sedikit beliau ﷺ bangun, mengusap wajahnya dari bekas tidur lalu membaca sepuluh ayat
dari penutup surat Ali Imran.
Setelah itu beliau beranjak
menuju bejana yang tergantung dan berwudhu darinya
dengan sebaik-baik wudhu,
lalu melaksanakan shalat."
Ibnu Abbas melanjutkan:
“Aku pun ikut bangun dan melakukan apa yang dilakukan Rosululloh ﷺ,
kemudian berdiri di sampingnya (turut shalat). Namun kemudian Nabi meletakkan tangan kanannya di
kepalaku dan memutarkanku (ke sebelah kanannya)
dengan memegang telinga kananku. Kemudian shalat 2
rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat,
lalu shalat witir. Setelah itu beliau berbaring hingga
datang muazin. Setelah muazin datang beliau shalat 2
rakaat ringan baru kemudian keluar melakukan shalat
subuh. _(Al-Bukhari kitab: Tafsir (rabbana inna sami’na munadi yunadi lil iman) no. 4572. fathul Bâri kitab: Tafsir VIII/300)_

* * *

2. Aisyah, Umul mukminin -radiallahu'anha- berkata:
“Aku tidak melihat seorang pun yang lebih mirip ucapan
dan perkataannya dengan Rosululloh ﷺ dari pada Fatimah.”

Kisah-kisah di atas menjadi saksi yang menuturkan kepada
kita bahwa anak begitu terpengaruh dengan orang tua dan
menirunya. _(Siar a’lam an-Nubala II/118-134)_


*CONTOH PRAKTIS PENTINGNYA PRAKTEK KETELADANAN DALAM MEMBANGUN KEPRIBADIAN ANAK*

*Sedekah*
Jika engkau melihat orang miskin dan anakmu bersamamu,
berilah dia uang. Kemudian minta dia menyedekahkan uang
tersebut kepada orang miskin yang dilihatnya. Ucapkan
terima kasih dan pujilah dia di depan saudara-saudaranya
setelah itu. Dengan demikian perbuatan baik tersebut akan
tertanam dalam dirinya.

Praktek seperti ini akan menciptakan generasi yang cinta bersedekah dan memberi pertolongan kepada yang membutuhkan dan lemah.

Posting Komentar

0 Komentar