https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaTGwVf_AxlPGk3u901jzcWDj1hkJCijbXZNRpObs2yl8qKZGOE4tR6Q10e46uPlzZWQ_VytjWXxYKc7N4kychw-qmapNp4HvbydymnBalt_iaa4MHTK5zuLqskfseCgbh9nsBDiDULQzi/s728/BANNER+DONASI.jpg

MEMBERI ANAK NAMA YANG BAIK | 30 Langkah Mendidik Anak Agar Mengamalkan Ajaran Agama



🗂 _30 Langkah Mendidik Anak Agar Mengamalkan Ajaran Agama_

📝 _LANGKAH 2_
📔 *MEMBERI ANAK NAMA YANG BAIK*

*Nama memiliki pengaruh penting dalam membangun kepribadian, cara hidup, bahkan lingkungan.*

Ketika Nabi -shalallahu alaihi wasallam- tiba di Kota Madinah, kota Madinah masih bernama Yatsrib. Beliau menggantinya dengan nama Thoibah atau Madinah. Keduanya menunjukkan makna nama yang baik. Nama yang baik itu sendiri pada dasarnya menjadi sumber pengharapan yang baik. Karena itu, sudah seharusnya kedua orang tua memilih nama yang baik, hingga menjadi penginspirasi kebaikan bagi anak.


*Contoh Praktis Dan Kisah-Kisah Pentingnya Memilih Nama Dalam Membangun Kepribadian Anak*

*🔘 Sisi positif nama baik*

Abdurrahman Ibn Auf berkata:
“Dahulu namaku Abdu Amr (artinya budak Amr). Ketika memeluk Islam Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam- menamaiku Abdurrahman (artinya hamba Allah Yang Maha Pengasih) _{ Siar a’lam an-Nubala I/74}_

Diriwayatkan bahwa Abdurrahman menjual tanahnya. Hasilnya dibagikan kepada orang fakir dari bani Zahroh, Muhajirin dan Ummul Mukminin (istri-istri Nabi). AlMusawar berkata: 'Aku mendatangi Aisyah untuk menyerahkan pemberian itu.'
Aisyah -radiallahu'anha- bertanya:
'Siapa yang mengirimkan ini?'
'Abdurrahman Ibn Auf.' Jawabku.
Aisyah -radiallahu'anha- berkata:
'Aku mendengar Rasulullah -shalallahu alaihi
wasallam- bersabda:
‘Tidaklah berempati kepada kalian setelahku selain Sôbirun (para penyabar) { Siar a’lam an-Nubala I/86}
 Nama Abdurrahman diserap dari kata [ar-rahman] yang diambil dari sifat kasih. Nabi -shalallahu alaihi wasallam- mendapati pada diri lelaki ini sifat kasih dan sayang sehingga beliau menamainya Abdurrahman.

*🔘 Sisi yang sejalan dengan nama yang tidak baik*

Diriwayatkan oleh Ibnu al-Musayyib dari ayahnya, bahwa ayahnya datang kepada Nabi -shalallahu alaihi wasallam- Nabi menanyakan namanya:
“Siapa namamu?”
“Huzn (=sedih).” Jawabnya.
“Engkau Sahl (=mudah).” Timpal Nabi.
“Aku tak dapat merubah nama yang telah diberikan oleh ayahku.” Tolaknya.
Ibnu al-Musayyib berkata:
'Kesedihan itu senantiasa merundung kami setelahnya. _{ Al-Bukhari, kitab: al-Adab bab: Ismul Huzn juz. 10 no. 6190}_

Ad-Dawudi berkata:
"Maksud Sa’id Ibn Musayyib adalah kesedihan akan sulitnya merubah tabiat akhlak mereka. Dalam hal ini Sa'id membawakannya kepada hal yang memicu
kemurkaan Allah."
Yang lain berkata:
"Ibn Musayyib mengisyaratkan akan kejumudan yang masih tersisa pada akhlak mereka." _{Fathul Bâri X/703}_

Demikianlah,
Ketika kita ingin anak keturunan kita baik,
hendaknya kita melakukan tahap kedua,
yaitu *memilih nama-nama yang baik,*
karena ia mempengaruhi kepribadian anak seperti yang kita dapati pada contoh diatas.

📚 _30 Langkah Mendidik Anak Agar Mengamalkan Ajaran Agama | Salim Sholih Ahmad Ibn Madhi_

Posting Komentar

0 Komentar