https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaTGwVf_AxlPGk3u901jzcWDj1hkJCijbXZNRpObs2yl8qKZGOE4tR6Q10e46uPlzZWQ_VytjWXxYKc7N4kychw-qmapNp4HvbydymnBalt_iaa4MHTK5zuLqskfseCgbh9nsBDiDULQzi/s728/BANNER+DONASI.jpg

Jangan Lupa Mengharap Pahala Saat Menafkahi Keluarga


Dalam Islam nafkah menjadi tanggung jawab suami untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Perlu dipahami para suami bahwa nafkah yang ia berikan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya tidaklah bernilai sia-sia di sisi Alloh.subhanahu wa ta’ala. *Menafkahi keluarga* terhitung sebagai amalan *sedekah*. Sebagaimana hadits Abu Mas’ud al-Anshari radhiallahu ‘anhu

_Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,_

إِذَا أَنْفَقَ الْمُسْلِمُ نَفَقَةً عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ يَحْتَسِبُهَا كَانَتْ لَهُ صَدَقَةٌ

“Apabila seorang muslim memberi nafkah kepada keluarganya dan dia mengharapkan pahala dengannya maka nafkah tadi teranggap sebagai sedekahnya.”

(HR. Bukhari  dan Muslim)

Jadikan lelahmu menjadi lillaah duhai para suami shalih!
Cucuran keringatmu dalam usaha menafkahi keluargamu takkan sia-sia jika selalu kau jalani dengan ikhlas.

Baarokallohu fiikum.

Posting Komentar

0 Komentar