MENGAJARKAN KALIMAT TAUHID KEPADA ANAK-ANAK

๐Ÿ’ *MENDIDIK ANAK DIATAS PETUNJUK AL-QUR'AN DAN SUNNAH*


๐ŸŒณ๐ŸŒณ๐Ÿ ๐Ÿ ๐ŸŒณ๐ŸŒณ

✍ *MENGAJARKAN KALIMAT TAUHID KEPADA ANAK-ANAK*

Ketika anak sudah mulai berbicara, maka hendaknya yang pertama kali diajarkan oleh orang tua kepada anak-anak adalah kalimat tauhid dan mentalqinkan (mendiktekan)-nya.

Dari Ibnu ‘Abbas Rodhiyallohu ‘anhuma, dari Nabi ๏ทบ bahwa beliau bersabda :
ุงِูْุชَุญُูˆْุง ุนَู„َู‰ ุตِุจْูŠَุงู†َูƒُู…ْ ุฃَูˆَّู„َ ูƒَู„ِู…َุฉٍ ุจِู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุงِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ, ูˆَ ู„َู‚ِّู†ُูˆْู‡ُู…ْ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ْู…َูˆْุชِ ู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ
*“Ajarkan pertama kali bagi anak-anak kalian, agar ucapan pertama kali mereka adalah Laa ilaaha illalloh, dan talqinlah mereka saat menjelang wafatnya dengan Laa ilaaha illalloh.”*

_(HR Baihaqi di dalam al-Jami’ li Syu’abil รŽman (11/128)(8282). As-Suyuthรฎ juga menyebutkan hadits ini di dalam al-Lalalรฎ`ul Mashnรป’ah (II/416), Ibnu ‘Iraq di dalam Tanzรฎhusy Syari’ah (II/364-365) dan Hakim di dalam al-Mustadrok)_

Ummu Sulaim Rodhiyallohu ‘anha, biasa mentalqin putera beliau, Anas Rodhiyallohu ‘anhu :
“Ucapkan Laa ilaaha illalloh, ucapkan Asyahdu anna Muhammadan Rosululloh!” 
Dan beliau melakukan ini sebelum menyapih Anas.
Siyar A’lamin Nubala` (II/305)

Hendaknya hal ini dikerjakan di hadapan sang anak secara berulang- ulang, terutama oleh sang ibu karena dialah yang lebih banyak bermain dengan sang anak. Hendaknya sang ibu membiasakan hal ini, hingga apabila sang anak sudah mulai mengerti, maka hendaknya si ibu menjelaskan arti kalimat tersebut secara sederhana agar bisa difahami oleh sang anak.

๐Ÿ“” _Disarikan dari kitab_
*ุชุฑุจูŠุฉ ุงู„ุฃูˆู„ุงุฏ ููŠ ุถูˆุก ุงู„ูƒุชุงุจ ูˆุงู„ุณู†ุฉ*

๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ

Posting Komentar

0 Komentar