ANTARA JIWA DAN LISAN SALING BERTAUTAN





🌻 *ANTARA JIWA DAN LISAN SALING BERTAUTAN*
بسم الله
*Antara Jiwa dan Lisan Saling Bertautan*
   Manusia bukanlah sekedar kumpulan daging dan tulang belulang, namun gabungan antara jiwa dan raga. Jiwa dan raga setiap orang saling bertautan, terkait antara satu dengan yang lainnya. Raga manusia tidak berguna apabila jiwanya rusak. Keterkaitan antara jiwa dan raga menjadikan keduanya seperti cermin ganda. Apabila kita terus membiasakan diri berperilaku dan bertutur kata yang positif serta selalu optimis dalam menjalani hidup niscaya semuanya lambat laun akan mewarnai jiwa kita. Melalui pembiasaan dalam kurun waktu tertentu, tanpa disadari kita memiliki jiwa yang baik dan kukuh menatap masa depan.

   Para ahli ilmu telah mengklasifikasi kejiwaan atau kepribadian alami manusia, secara garis besar menjadi 2 kelompok yaitu:
1. Kepribadian bawaan; yang ada sejak seseorang terlahir kedunia. Bila ia dipupuk dengan subur maka seiring pertumbuhan fisik kita, kejiwaan positif pun turut tumbuh dan berkembang.
2. Kepribadian bentukan; yang diperoleh melalui latihan dan juga pembiasaan. Pada dasarnya kita tidak memiliki sifat ini, namun berkat ketekunan melatih diri akhirnya kejiwaan positif dapat dikembangkan.


   Jelaslah bahwasannya kepribadian yang positif dapat dipelajari melalui pembiasaan diri. Latihan ini apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dalam waktu yang memadai akan membuat raga terbiasa dan menjadi bagian dari kejiwaan yang alami. Dan diantara kiat melatih kejiwaan dan kepribadian kita adalah dengan *berkomunikas secara baik dan positif*. Biasakanlah mengucapkan kata-kata yang akan membangun karakter kita, hargai orang lain, berkata santun, jangan meremehkan orang lain.
Orang cerdas adalah yang gigih dalam menjalani berbagai cara yang Allah tentukan sebagai sarana meraih kesuksesan di dunia maupun di akhirat. Pola pikir yang positif seperti ini mengantarkan kita meraih sukses dalam hidup.


  Adapun bermalas-malasan itu membuka lebar-lebar pintu syaitan untuk menggoda kita. Perasaan tidak berdaya untuk bangkit dari keterpurukan telah merasuki jiwa dan itu pertanda bahwa kita sedang hanyut dalam angan-angan kosong. Semua keterpurukan tersebut berawal dari perasaan tidak berdaya dan malas.

   Kobarkan semangat dalam jiwa kita dengan membiasakan diri dengan sikap-sikap yang positif dan optimis dalam menghadapi segala sesuatu. Janganlah sekali-kali memadamkan semangat diri.

*Yakinlah kita bisa!!!*
*Yakinlah kita berhasil!!!*
*Yakinlah kita bisa disiplin!!*
*Yakinlah kita bisa sukses!!*
*Yakinlah kita bisa jadi pejuang pembawa panji-panji dakwah !!!*

Baarokallohufiikum
📝 _Senin, 13 Januari 2020_
✍ *Abu Miqdad*


Posting Komentar

0 Komentar