KITA ADALAH PERANTAU




šŸšŒ *KITA ADALAH PERANTAU*

šŸššŸš†šŸš–šŸšØšŸšØšŸš–šŸš†šŸš
Mudik mudik,,,
Rasa gembira menghiasi hati,
Tatkala waktu liburan hari raya telah tiba,

_Kenapa?_
Karena sudah saatnya mudik ke kampung halaman.

Berbagai macam bekal mudik dipersiapkan dengan maksimal, 

Baju baru, oleh-oleh terbaik, kendaraan, bahkan tak lupa perhiasan pun turut dipersiapkan agar bisa mudik dengan tampil optimal.

Kita begitu pandai dalam mempersiapkan bekal mudik dunia kita,
Namun,  bagaimana dengan mudik akhirat kita?
Sudah siapkah segala bekalnya?
atau malah tak tahu apa bekalnya?

*Sejatinya, kita adalah para perantau
Yang akan Mudik ke kampung sejati kita yaitu kehidupan Akhirat.*

Rosululloh ļ·ŗ bersabda,
Ł…َŲ§ Ł„ِŁ‰ ŁˆَŁ…َŲ§ Ł„ِŁ„ŲÆُّŁ†ْŁŠَŲ§ Ł…َŲ§ Ų£َŁ†َŲ§ ŁِŁ‰ Ų§Ł„ŲÆُّŁ†ْŁŠَŲ§ Ų„ِŁ„Ų§َّ ŁƒَŲ±َŲ§ŁƒِŲØٍ Ų§Ų³ْŲŖَŲøَŁ„َّ ŲŖَŲ­ْŲŖَ Ų“َŲ¬َŲ±َŲ©ٍ Ų«ُŁ…َّ Ų±َŲ§Ų­َ Łˆَ ŲŖَŲ±َŁƒَŁ‡َŲ§
_“Apa peduliku dengan dunia, Tidaklah aku tinggal di dunia melainkan seperti musafir yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu musafir tersebut meninggalkannya.”(HR. Tirmidzi)_

Posting Komentar

0 Komentar