WAHAI PERINDU KEBAIKAN



Wahai perindu kebaikan,
lakukanlah terus kebaikan

dan wahai pecinta keburukan,
berhentilah dari keburukan.

Bulan ini bulan pembebasan dari api neraka.

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ "

“Jika telah datang awal malam bulan Ramadhan, diikatlah para setan dan gembong-gembong jin, ditutup pintu -pintu neraka, tidak ada satu pintupun yang dibuka, dan dibukalah pintu-pintu surga, tidak ada satu pintupun yang ditutup, berseru seorang penyeru: *wahai para perindu kebaikan, lakukanlah (kebaikan), dan wahai para pencinta kejelekan berhentilah.* Dan Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari api neraka. Hal itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Tirmidzi)

Posting Komentar

0 Komentar