MENGENAL ALLOH (2)



๐Ÿ•Œ *MENGENAL ALLOH (2)*
๐Ÿ—“ _by Tebar Dakwah, on 20 April 2019_

๐ŸŒณ๐ŸŒน๐ŸŒณ๐ŸŒน๐ŸŒณ๐ŸŒน๐ŸŒณ๐ŸŒน

Bagaimana kita bisa mengenal Alloh Ta’ala?

Kita dapat mengenal Alloh Ta’ala melalui beberapa hal, diantaranya dengan cara merenungkan dan mentadaburi ayat-ayatNya.

*Ayat-ayat Alloh terbagi menjadi dua;*
*1. Ayat kauniyah yang kita saksikan*, yaitu makhluk-makhluk Alloh, seperti langit, bumi, bintang, matahari, bulan, gunung, pepohonon, lautan, manusia dan makhluk-makhluk ciptaan yang lain.

Seluruhnya disebut dengan ayat, karena menunjukan kepada penciptanya yaitu Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Ayat artinya alamat, tanda dan petunjuk atas suatu hal.

Seorang penyair berkata, artinya;
*_Dalam segala sesuatu menyimpan sebuah ayat (tanda)_ *** *_yang menunjukkan bahwa (Alloh) itu Esa._*

ุฅِู†َّ ูِูŠ ุฎَู„ْู‚ِ ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูˆَุงุฎْุชِู„َุงูِ ุงู„ู„َّูŠْู„ِ ูˆَุงู„ู†َّู‡َุงุฑِ ูˆَุงู„ْูُู„ْูƒِ ุงู„َّุชِูŠ ุชَุฌْุฑِูŠ ูِูŠ ุงู„ْุจَุญْุฑِ ุจِู…َุง ูŠَู†ْูَุนُ ุงู„ู†َّุงุณَ ูˆَู…َุง ุฃَู†ْุฒَู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ู…ِู†َ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ู…ِู†ْ ู…َุงุกٍ ูَุฃَุญْูŠَุง ุจِู‡ِ ุงู„ْุฃَุฑْุถَ ุจَุนْุฏَ ู…َูˆْุชِู‡َุง ูˆَุจَุซَّ ูِูŠู‡َุง ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุฏَุงุจَّุฉٍ ูˆَุชَุตْุฑِูŠูِ ุงู„ุฑِّูŠَุงุญِ ูˆَุงู„ุณَّุญَุงุจِ ุงู„ْู…ُุณَุฎَّุฑِ ุจَูŠْู†َ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถِ ู„َุขูŠَุงุชٍ ู„ِู‚َูˆْู…ٍ ูŠَุนْู‚ِู„ُูˆู†َ

_"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yang berakal."_ [Al-Baqoroh:164]

Alam yang kita saksikan, dahulu seluruhnya tiada, kemudian Alloh menciptakannya dengan kekuasaan-Nya.
Tumbuhan, sesuatu yang terlahir atau segala yang dahulu tiada kemudian menjadi ada, dan kita pun melihatnya.
 _siapakah yang menciptakannya?_
_Munkinkah mereka menciptakan dirinya sendiri?_
_Ataukah seorang manusia mampu menciptakannya?_
Tidak ada orang yang mengklaim dirinya sebagi penciptanya, bahkan tidak ada yang mampu mendakwakannya.

Alloh berfirman;
ุฃَู…ْ ุฎُู„ِู‚ُูˆุง ู…ِู†ْ ุบَูŠْุฑِ ุดَูŠْุกٍ ุฃَู…ْ ู‡ُู…ُ ุงู„ْุฎَุงู„ِู‚ُูˆู†َ * ุฃَู…ْ ุฎَู„َู‚ُูˆุง ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถَ ۚ ุจَู„ْ ู„َุง ูŠُูˆู‚ِู†ُูˆู†َ

_"Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan)". [At-thuur : 35-36]_

Tidaklah mereka menciptakan dirinya sendiri dan tidaklah diciptakan oleh makhluk yang lain. Belum pernah dan tidak akan pernah seseorang menciptakan sebuah pohon atau seekor lalat ataupun seekor nyamuk. Alloh berfirman, artinya;

_"Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah." [Al-Hajj :73]_

Suatu ciptaan menunjukkan kepada penciptanya, orang Arab Badui ketika ditanya, dengan apa kamu mengenal Robb-mu?, seketika itu juga dia menjawab;
*_"Ba’roh (kotoran onta) menunjukkan keberadaan onta, jejak kaki menunjukkan adanya orang yang berjalan, tidakkah alam semesta ini menunjukkan adanya Al-Lathiif Al-Khobiir (Yang Maha Lembut Lagi Maha Mengetahui) !”_*

Dengan memperhatikan dan bertafakur pada makhluk-makhlukNya, seseorang bisa mengenal Alloh dan mengenal besarnya kekuasaan-Nya serta sempurnanya Hikmah dan Rahmat-Nya.

*2. Ayat Syar’iyah atau ayat Qur’aniyah yang dibaca,* yaitu wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam.

ุฃَูَู„َุง ูŠَุชَุฏَุจَّุฑُูˆู†َ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†َ ۚ ูˆَู„َูˆْ ูƒَุงู†َ ู…ِู†ْ ุนِู†ْุฏِ ุบَูŠْุฑِ ุงู„ู„َّู‡ِ ู„َูˆَุฌَุฏُูˆุง ูِูŠู‡ِ ุงุฎْุชِู„َุงูًุง ูƒَุซِูŠุฑًุง
_"Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Qur'an? Sekiranya (Al-Qur'an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya."_ [An-Nisa', Ayat 82]

Dengan memperhatikan ayat-ayat ini dan apa yang terkandung didalamnya berupa kebaikan yang besar yang tidak akan tercapai kehidupan yang baik didunia dan diakhirat kecuali dengannya, dan apa yang terkandung didalamnya berupa ilmu, hikmah, keteraturan yang sempurna, kesesuaiannya dengan maslahat (kebaikkan) hamba-hambaNya, mentadaburi hal ini seseorang bisa mengenal Robb-nya Azza Wa Jalla.

Semua itu menunjukkan Wujud (adanya) Robb semesta alam dengan kesempurnaan-Nya, sifat-sifatNya dan nama-namaNya.

Hal ini juga menunjukkan bahwa Dialah yang berhak untuk diibadahi semata dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Seluruh ayat kauniyah dan syar’iyah menunjukkan hal itu.

*Ayat-ayat kauniyah menunjukkan kepada penciptanya dan pengaturnya, dan didalam ayat-ayat Qur’aniyah terdapat perintah untuk beribadah hanya kepada Alloh,* dan di dalamnya terdapat keterangan penetapan tauhid rububiyah _(pengesaan Alloh didalam mencipta, menguasai dan mengatur)_, dan berdalil dengannya atas tauhid uluhiyah _(mengesakan Alloh dalam ibadah)_.

Isi Al-Qur’an berkisar dan berpusat pada makna ini, serta karena makna inilah sebab diturunkannya.

Ibnu Katsir Rohimahulloh berkata;
*Pencipta segala sesuatu ini, Dialah yang berhak untuk disembah.*
________________________
Diambil dari kitab ; syarah Tsalatsatul Ushul karya Syaikh Sholih Alu Syaikh dan Syarah Tsalatsatul Ushul karya Syaikh Muhammad Al-Utsaimin.

๐Ÿ“ Oleh ; Abu Ali - jakarta

Posting Komentar

0 Komentar