TAWAKAL | BAGIAN 1 "HAKIKAT TAWAKAL"



šŸŒ» *TAWAKAL*
_(Bagian #1 Hakikat Tawakal)_

šŸŒ»šŸŒ»šŸŒ»šŸŒ»šŸŒ»šŸŒ»šŸŒ»šŸŒ»šŸŒ»

Tawakal adalah bersandar kepada Alloh dalam hal meraih manfaat dan mencegah mudhorot yang disertai dengan usaha.

Maka seseorang tidaklah dikatakan bertawakal kecuali apabila ia berusaha mengerjakan suatu sebab, kemudian menyandarkan hasilnya kepada Alloh Sang Maha Pencipta, dengan keyakinan bahwa hanya Dialah Yang Maha memberi manfaat dan mencegah dari mara bahaya. 

Jadi tawakal bukanlah sekedar harapan tanpa usaha.

Tawakal adalah kesempurnaan iman dan alamat keimanan. Alloh Ta'ala berfirman:

(ŁˆَŲ¹َŁ„َŁ‰ Ł±Ł„Ł„َّŁ‡ِ ŁَŲŖَŁˆَŁƒَّŁ„ُŁˆۤŲ§۟ Ų„ِŁ† ŁƒُŁ†ŲŖُŁ… Ł…ُّŲ¤ۡŁ…ِŁ†ِŪŒŁ†َ)
_"Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”_ [Surat Al-Ma'idah 23]

Jika seseorang hamba benar-benar bersandar kepada Alloh niscaya Alloh akan memberikan kecukupan atas apa yang ia usahakan. Sebagaimana dalam firman-Nya: 

( ŁˆَŁ…َŁ† ŪŒَŲŖَŁˆَŁƒَّŁ„ۡ Ų¹َŁ„َŁ‰ Ł±Ł„Ł„َّŁ‡ِ ŁَŁ‡ُŁˆَ Ų­َŲ³ۡŲØُŁ‡ُŪ„ۤۚ 
_"Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya."_ [Surat Ath-Thalaq 3] 

Kemudian seorang yang bertawakal akan merasa tenang dengan firman Alloh setelahnya.

( Ų„ِŁ†َّ Ł±Ł„Ł„َّŁ‡َ ŲØَŁ€ٰŁ„ِŲŗُ Ų£َŁ…ۡŲ±ِŁ‡ِŪ¦ۚ)
_"Sesungguhnya Allah yang melaksanakan urusan-Nya."_ [Surat Ath-Thalaq 3]

Maka tiada sesuatu pun yang dapat menghalangi apa yang dikehendaki-Nya. 

Didalam masalah tawakal seseorang terbagi menjadi 3 golongan:

*1. Golongan pertama:* mereka yang pasrah kepada Alloh tetapi tidak mengambil sebab, dengan dalih tawakal. 
Hal ini seperti ucapan sebagian orang: kalau Alloh telah menetapkan rezki untukku pasti akan sampai kepadaku. Tetapi dia tidak mau bekerja. 

*2. Golongan kedua;* Mereka yang berlebihan dalam hal usaha atau mengambil sebab, hingga meyakini bahwa itu adalah segalanya. Mereka lupa bahwa yang berkuasa dan mengatur adalah Alloh. 

Golongan ini adalah kebalikan dari golongan pertama. 

*3. Golongan ketiga;*  Golongan moderat, tengah-tengah antara dua golongan diatas. Mereka menggabungkan antara sebab(usaha) dan harapan. Mereka berikhtiyar (berusaha) sebagai langkah mengambil sebab kemudian mengharapkan dan menggantungkan hasilnya kepada Alloh, karena keyakinan mereka bahwa Alloh yang memberi manfaat dan mencegah mudhorot. 

Inilah tawakal yang sebenarnya. Seseorang tidak dikatakan bertawakal dengan benar kecuali apabila menggabungkan antara harapan dengan usaha. 

___________
Disarikan dari: Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Ustaimin dan Syaikh DR. Manshur bin Muhammad Ash-Shoq'ub. 
___________


šŸ–‹️Abu Ali, BA.

Posting Komentar

0 Komentar